Category Kesehatan

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Kejang

Kejang adalah kondisi otot yang berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali karena otak mengalami gangguan. Kondisi ini ditandai dengan gerakan tubuh yang tidak terkendali serta kehilangan kesadaran. Kejang bisa menjadi tanda adanya kondisi lain yang memengaruhi kondisi dan fungsi otak atau penyakit pada otak.

Penyebab terjadinya kejang-kejang pada seseorang adalah karena terjadinya aktivitas listrik pada otak di satu atau seluruh bagian. Dilansir dari Alodokter, berikut beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan kejang.

Kejang yang diakibatkan adanya gangguan pada otak

  • Stroke
  • Cedera yang menyebabkan pendarahan pada otak
  • Lumpuh otak
  • Tumor otak
  • Meningitis dan Ensefalitis
  • Epilepsi
  • Cedera otak pada bayi saat melewati jalan lahir

Kondisi yang memengaruhi otak dan menyebabkan kejang

  • Demam tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Gagal ginjal atau gagal hati yang mengakibatkan racun menumpuk dalam tubuh
  • Tersengat listrik
  • Sengatan hewan berbisa

Pertolongan pertama sangat dibutuhkan bagi mereka yang mengalami kejang. Sebelum memberikan pertolongan, ketahui gejala kejang yang kerap terjadi. Berikut gejala kejang umum terjadi.

  • Suasana hati yang mendadak berubah seperti panik atau marah
  • Tubuh gemetaran dan disertai tubuh yang tiba-tiba jatuh
E:\kerja\Arase Digital\Klikdokter tahap 3\561 (doktersehat.com).jpeg

Sumber: doktersehat.com

  • Kejang otot yang diikuti gemetaran atau gerakan menyentak pada kaki dan lengan
  • Mulut yang mulai terasa pahit atau merasakan seperti ada rasa logam dalam mulut
  • Mulut mengeluarkan busa atau air liur
  • Gerakan bola mata yang berubah
  • Hilang kesadaran selama beberapa atau bingung sebab tidak mengingat apa yang baru saja terjadi

Dilansir dari honestdocs.id, beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk sebagai penanganan awal pada orang yang mengalami kejang.

  • Baringkan penderita kejang agar tidak terjatuh, namun memindahkannya
  • Beri alas empuk pada area bawah kepala penderita
  • Jauhkan benda-benda tajam atau benda yang berbahaya dari are penderita kejang
  • Jangan melakukan kekerasan pada penderita untuk mengehentikan atau menahan gerakan penderita
  • Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut penderita kejang selama kejang berlangsung
  • Jangan menyuapi penderita sampai penderita kejang benar-benar sadar
  • Longgarkan baju yang ketat, terutama pada area leher penderita kejang
  • Miringkan kepala penderita untuk mencegah jika penderita muntah tidak masuk ke dalam paru-paru
  • Segera panggil bantuan medis atau bantuan dari orang sekitar
  • Temani penderita hingga kejang berhenti atau hingga petugas medis datang

Setelah berhenti, baringkan penderita pada posisi miring ke kiri lalu periksa denyut nadi. Berikan RJP jika diperlukan.

Ada beberapa hal yang menjadi faktor timbulnya kejang pada orang dewasa, faktor utamanya adalah adanya gangguan pada sinyal listrik di otak. Namun ada pula kejang yang tidak diketahui penyebabnya dengan jelas. Kondisi tersebut biasa disebut kejang idiopatik dalam medis, kondisi ini dapat terjadi pada siapapun dan tidak terkait usia.

Cara Penanganan

Pada umumnya kejang dapat hilang atau sembuh dengan sendirinya, namun yang menjadi perhatian adalah kemungkinan cedera dapat terjadi pada penderita saat mengalami kejang. Oleh sebab itu, tujuan utama dari penanganan ini adalah untuk pencegahan terjadinya cedera yang dialami penderita kejang.

Mencegah Kejang

Pada umumnya kejang tidak dapat dicegah, namun risiko untuk terserang kondisi seperti ini dapat dikurangi dengan menjalani pola hidup sehat.

  • Makan makanan dengan gizi seimbang
  • Olahraga rutin
  • Menhindari konsumsi alkohol, minuman keras, dan obat terlarang
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter
  • Istirahat yang cukup

Segera periksakan ke dokter jika anda pernah mengalami kejang untuk pertama kali, kejang berulang, tubuh dalam kondisi kejang saat demam tinggi, kesadaran tidak segera pulih setelah kejang selesai, dan mengalami kejang lebih dari dua menit.

Read More